Mulailah dengan latihan pengamatan singkat selama satu menit: duduk tenang dan perhatikan satu hal di sekitar Anda, misalnya tekstur kain atau suara burung di luar. Tujuannya hanya mengamati tanpa menghakimi.

Saat minum, cobalah memusatkan perhatian pada sensasi sederhana seperti suhu minuman dan rasa di lidah. Perhatian penuh pada momen kecil membuat kegiatan biasa terasa lebih kaya.

Jika Anda berjalan sebentar, perhatikan langkah kaki dan sensasi pada telapak kaki. Tidak perlu mempercepat ritme; biarkan gerakan menjadi pelan dan berirama.

Gunakan napas sebagai jangkar singkat: satu atau dua tarikan napas panjang sambil menghembuskan pelan dapat menandai transisi antar aktivitas. Fokus pada ritme napas membantu merapikan pikiran sebelum tugas berikutnya.

Buat pengingat visual atau benda kecil yang menandai kesempatan berhenti—misalnya penanda pada meja atau pita di gagang pintu. Hal ini memudahkan membangun kebiasaan kembali ke momen perhatian singkat.

Akhirnya, jangan paksakan. Latihan perhatian sederhana terbaik adalah yang konsisten dan mudah diulang: beberapa detik atau menit setiap hari sudah cukup untuk merasakan perbedaan dalam suasana sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *